09 October 2015

Part 3 - Kenapa Harus Dia Tuhan?

Aku cuma ternganga melihat peri kecil itu bernyanyi dengan suara merdunya, memainkan gitar ketukan 4/4 dari nada dasar C, sambil melambaikan sayapnya yang tinggal sebelah, entah kenapa sayap indahnya hanya ada satu, "Mungkin satunya belum tumbuh" pikirku dalam hati, Aku mulai mencari tempat berteduh yang kebetulan gak seberapa jauh dari tempatku berdiri ada batang pohon besar yang daunnya mulai gugur perlahan, satu demi satu, terkadang ranting yang sudah rapuh ikut jatuh terbawa angin sepoi - sepoi, sembari memandang kesana - sini, aku mulai mendekati pohon yang kelihatan agak mistis dan menyeramkan itu, tak jauh bedanya seperti yang ada di Sinetron - sinetron menurutku.

Entah kenapa aku agak heran, "Kemana semua orang? Kenapa hanya ada kami (Si peri kecil dan aku)? Sebenarnya aku dimana? Apa nama tempatnya? kenapa sejauh mata memandang hanya ada Rumput ilalang yag gersang sebaginnya ada pohon besar dan sangat sepi gini?" Entahlah, yang jelas kali ini aku memang merasa sebagai cewek yang pemberani, Sambil duduk aku terus mendengarkan si Peri Kecil itu bernyanyi, rasanya lagu yang dimaikan olehnya tak asil lagi bagiku, cuman agak lupa-lupa ingat itu lagu siapa, yang jelas aku sangat menikmati aluan gitar dan suara merdunya yang masih khas suara anak - anak yang masih lucu-lucunya :D

Memang "Gak Selamanya Selingkuh itu Indah", Suara merdu dan alunan gitar dari si Peri Kecil tadipun perlahan menghilang, aku tak bisa mendengar suara maupun melihat rupanya lagi, entah kemana periku menghilang. Tanpa pamit dan permisi, layaknya daun pohon yang aku duduki sekarang terbang jauh dibawa angin timur. "Oh tuhan, sekarang aku benar-benar sendirian". Aku berdiri dan mencari kesana-kesini apakah ada orang lain disini selain aku. Keringat dingin membasahi tubuh yang mulai ketakutan, sambil lari - lari ke sana-sini, "buuupp...." aku terpental dari tempat tidur, dan sadar dengan tanda merah di jidat. "Alhamdulillah, cuma mimpi".

Nabila Aulia Putri - Kenapa Harus Dia Tuhan?"Sungguh sial hari ini, kening merah dan sakit kalau dipegang, pas tidur mimpi buruk pula." menggerutu dalam hati. sambil membereskan tempat tidurku yang sudah berantakan terkilas pandangan ke arah jam di dinding, "Astagaaaaaa...... bentar lagi kuliah" sambil lari ke kamar mandi, ternyata udah jam 13.00 WIB. jam 13.30 dosennya pasti udah ada di lokal. Sial memang hari ini. Arghhhhtttttt .......

Oh..iya buat kamu yang sering baca-baca tulisan Nabila ditunggu ya Part 4 Kenapa Harus Dia Tuhan? nya. bagi yang belum baca Tulisan nabila sebelumnya, nih silahkan baca - baca dulu :

Part 2 - Kenapa Harus Dia Tuhan?

Part 1 - Kenapa Harus Dia Tuhan?


Jangan lupa juga berikan masukan dan share ya, makasih ;)